Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?

3 hours ago 3

loading...

Iran dikabarkan memberlakukan tarif masuk bagi setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, di tengah masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Foto/Dok

JAKARTA - Iran dikabarkan memberlakukan tarif masuk bagi setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz , di tengah masa gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS). Uniknya Iran mewajibkan pembayaran dilakukan dalam bentuk mata uang kripto ( Bitcoin ) senilai USD1 per barel untuk minyak yang diangkut.

Juru bicara Persatuan Eksportir Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran, Hamid Hosseini menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjamin transaksi tetap berjalan aman di tengah kepungan sanksi ekonomi Barat. Prosedur yang ditetapkan Teheran tergolong sangat modern namun ketat.

Kapal-kapal yang ingin melintas wajib mengirimkan rincian muatan via email kepada otoritas Iran untuk proses penilaian. “Setelah email tiba dan penilaian selesai, kapal diberikan waktu beberapa detik untuk membayar dalam Bitcoin. Ini untuk memastikan transaksi tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi,” ungkap Hosseini kepada Financial Times.

Baca Juga: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang, Pejabat Iran: Tertutup Bagi AS dan Sekutunya

Meskipun tarif USD1 per barel relatif kecil dibandingkan harga minyak dunia yang sedang melambung, prosedur pemeriksaan ini diprediksi akan memakan waktu. "Iran tidak sedang terburu-buru," tambah Hosseini, merujuk pada ketatnya pemeriksaan untuk memastikan tidak ada senjata yang diselundupkan melalui jalur tersebut.

Langkah Iran ini ternyata mendapat respons yang tidak terduga dari Washington yang sempat menyatakan ketertarikannya untuk membentuk kerja sama dalam pengelolaan tarif di jalur vital tersebut.

"Kami sedang berpikir untuk melakukannya sebagai sebuah joint venture (usaha patungan). Ini adalah cara untuk mengamankan jalur tersebut dari banyak pihak lainnya. Ini hal yang indah," ujar Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Sebelumnya, Trump sempat menyarankan agar AS membangun sistem tarif versinya sendiri bagi kapal-kapal yang melintas. Namun ide kerja sama ini muncul sebagai sinyal baru dalam upaya stabilisasi harga minyak global.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |