Jasa Raharja: 92 Persen Korban Meninggal saat Mudik 2025 Bukan Pemudik

19 hours ago 5

loading...

Jasa Raharja mencatat angka kematian akibat kecelakaan selama momen mudik Lebaran 2025 menurun. Foto/Rudi Setiawan.

JAKARTA - Jasa Raharja mencatat angka kematian akibat kecelakaan selama mudik Lebaran 2025 menurun. Sebagian besar kecelakaan yang menyebabkan kematian saat masa lebaran bukan dari pemudik.

“Ini fatalitas turun 35 persen, dan yang menarik justru dari korban meninggal dunia ini 92 persennya adalah bukan pemudik. Jadi, hanya 7,5 persen yang merupakan pemudik,” kata Dirut Jasa Raharja, Rivan Purwanto dikutip Minggu (6/4/2025).

Baca juga: Puncak Arus Balik, Antrean Gerbang Tol Cikampek Utama Mengular hingga 1 Kilometer

Dia pun berharap, rendahnya tingkat kecelakaan saat arus mudik tersebut dapat bertahan hingga arus balik selesai.

“Mudah-mudahan ini terus terjaga sehingga di dalam arus balik ini, masih ada sisa 3 hari lagi, semoga tetap mengikuti apa yang disampaikan pak Korlantas dan Menhub. Dan semua masyarakat melakukan balik dengan sangat dengan baik dengan tertib lalin, sehingga selamat sampai tujuan,” pungkas dia.

Baca juga: Malam Ini Arus Balik di Tol Palikanci, Tol Cipali, dan Pantura Ramai Lancar

Sebelumnya, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso menyatakan jumlah kecelakaan dalam arus mudik 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, jumlah korban meninggal dunia pun menunjukkan angka penurunan.

"Alhamdulillah untuk angka kecelakaan kan kita turun sampai 31 persen, baik itu jumlah kecelakaan maupun fatalitas, yang meninggal dunia sampai 28 persen," kata Slamet kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).

Baca juga: Hujan Deras, Pemudik Terjebak Banjir di Jalan Arteri Gedebage Bandung

Ia menyebutkan, menurunnya jumlah kecelakaan ini tidak lepas dari tingginya kesadaran pengendara akan keselamatan mereka selama perjalanan.

Di sisi lain, ia mengungkapkan angka kecelakaan mayoritas berasal dari pemotor yang menggunakan jalur arteri.

"Jumlah kendaraan paling banyak adalah sepeda motor hampir 2334 kendaraan, kemudian mobil penumpang 107," ujarnya.

(nnz)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |