'Game of Kim' Korut: Anak Gadis 13 Tahun vs Bibinya Jadi Pewaris Negara Nuklir

18 hours ago 8

loading...

Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Ju-ae, dan bibinya, Kim Yo-jong, berpotensi bersaing sebagai pewaris negara bersenjata nuklir tersebut. Foto/NDTV

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) kemungkinan akan menghadapi konfrontasi keluarga yang tegang. Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan putri pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Ju-ae (13), hampir dinobatkan sebagai pemimpin negara berikutnya, sebuah langkah yang dapat membuatnya berhadapan dengan bibinya yang berpengaruh, Kim Yo-jong, dalam perebutan kekuasaan di masa depan.

Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengatakan kepada anggota Parlemen pekan lalu bahwa Kim Ju-ae, yang diyakini berusia sekitar 13 tahun, hampir pasti ditunjuk sebagai pewaris negara bersenjata nuklir tersebut.

Baca Juga: Kim Jong-un Siapkan Putrinya sebagai Pemimpin Korea Utara Berikutnya

Momennya sangat penting, karena Korea Utara sedang mempersiapkan konferensi politik terbesarnya akhir bulan ini, di mana Kim Jong-un diperkirakan akan menetapkan tujuan utama dan memperketat cengkeramannya.

Dalam pengarahan tertutup, para pejabat NIS mengatakan mereka sedang mengamati apakah Kim Ju-ae akan muncul bersama ayahnya di hadapan ribuan delegasi pada Kongres Partai Buruh yang akan datang.

Kim Ju-ae pertama kali muncul di depan publik pada uji coba rudal jarak jauh pada November 2022. Sejak itu, dia telah menemani ayahnya di lebih banyak acara, mulai dari uji coba senjata dan parade militer hingga kunjungan pabrik. Dia bahkan melakukan perjalanan bersamanya ke Beijing September lalu untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela acara peringatan Perang Dunia II.

Para pejabat di Seoul sebelumnya meragukan bahwa seorang perempuan dapat dipilih untuk memimpin Korea Utara, dengan alasan kepemimpinan negara yang konservatif dan didominasi laki-laki.

Tetapi penampilan Kim Ju-ae yang sering telah memaksa perubahan pandangan tersebut. Dalam penilaian sebelumnya, NIS mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa membawa Kim Ju-ae ke China kemungkinan membantu Kim Jong-un membangun narasi untuk suksesi kepemimpinannya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |