China Tegas Salahkan AS dan Israel soal Iran Tutup Selat Hormuz

5 hours ago 4

loading...

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning salahkan AS dan Israel atas ditutupnya sebagian Selat Hormuz oleh Iran. Foto/Kementerian Luar Negeri China

BEIJING - China secara tegas menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan Israel atas ditutupnya sebagian Selat Hormuz oleh Iran. Menurut Beijing, akar penyebab gangguan lalu lintas maritim penting ini adalah agresi ilegal Washington dan Tel Aviv.

Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke jalur pelayaran global, telah mengalami penurunan aktivitas yang signifikan selama hampir sebulan. Selat ini membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga perlambatan ini menjadi perhatian utama bagi pasar energi global.

Baca Juga: Inggris Bentuk Koalisi 35 Negara untuk Buka Selat Hormuz

Dalam pernyataannya kepada wartawan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan krisis tersebut berakar dari apa yang dia gambarkan sebagai tindakan militer yang melanggar hukum.

“Akar penyebab gangguan navigasi melalui Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran,” kata Mao.

Komentarnya mencerminkan kritik Beijing yang semakin langsung terhadap peran Washington dalam meningkatnya ketegangan regional, serta keselarasan Beijing dengan posisi Teheran terkait serangan baru-baru ini.

Sebelumnya, dalam pidato nasional, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa negara-negara yang bergantung pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz harus bertanggung jawab untuk menjaga keamanannya.

“Negara-negara yang menerima minyak melalui jalur tersebut harus menjaga jalur tersebut,” kata Trump, tanpa menguraikan langkah-langkah spesifik.

Pernyataan tersebut menandai perubahan nada, yang menunjukkan bahwa Washington mengharapkan sekutu dan mitra untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga salah satu koridor maritim paling strategis di dunia.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |