Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar

18 hours ago 8

loading...

Bukan lagi akun palsu yang dioperasikan manual—industri judi online kini pakai mesin otomatis yang memantau tren secara real time, lalu membanjiri komentar. Foto: Komdigi

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kenaikan komentar spam judi online sebesar 128 persen. Di balik lonjakan itu ada sistem bot otomatis yang dirancang untuk menyerang kolom komentar secara masif dan simultan di berbagai platform.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap temuannya setelah audiensi dengan Meta Indonesia di Kantor Komdigi, belum lama ini.
"Dari beberapa temuan yang bisa kami sampaikan adalah untuk komentar spam, kita memang melihat ada kenaikan sebesar 128 persen," ujar Meutya.

Cara Kerja Bot: Pantau, Deteksi, Serang

Sistem ini tidak bekerja acak. Bot memantau aktivitas media sosial secara real time—mendeteksi unggahan yang mendapat lonjakan interaksi, lalu secara otomatis mengirimkan ribuan komentar spam ke berbagai platform dalam waktu bersamaan.

"Operasi spam dilakukan menggunakan sistem yang memantau aktivitas media sosial secara real time, mendeteksi kenaikan interaksi, kemudian secara otomatis mengirim ribuan komentar spam pada berbagai platform sekaligus," jelas Meutya.
Artinya, semakin viral sebuah konten, semakin besar potensinya menjadi target serangan.

Distribusi Serangan di Lima Platform

Berdasarkan pemantauan Komdigi, komentar spam judi online menyebar ke lima platform dengan proporsi:
1.⁠ ⁠TikTok: 35 persen
2.⁠ ⁠Facebook: 28 persen
3.⁠ ⁠Instagram: 22 persen
4.⁠ ⁠YouTube: 10 persen
5, X (Twitter): 5 persen

"Modus ini menyeluruh menyasar berbagai platform. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak bergantung kepada satu platform tapi menyeluruh kepada lima platform," kata Meutya.

TikTok menjadi platform dengan paparan tertinggi—selaras dengan karakteristiknya sebagai platform berbasis algoritma engagement, yang justru membuat konten viral lebih cepat terdeteksi oleh sistem bot.

Respons: Lintas Lembaga, Gandeng Platform Digital

Komdigi kini berkoordinasi dengan empat lembaga: Kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN. Pemerintah juga menggandeng Meta Indonesia untuk membentuk tim bersama yang khusus menangani penyebaran judi online, termasuk modus komentar spam.

"Ini memerlukan lintas lembaga dan tidak hanya pihak pemerintah, tapi juga swasta—dalam hal ini platform—untuk menangani hal tersebut," pungkas Meutya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |