Begini Nasib Negara-negara yang Telah Diinvasi AS, dari Irak hingga Venezuela

16 hours ago 2

loading...

AS tercatat telah menginvasi Irak, Libya, Afghanistan, Panama, dan yang terbaru Venezuela. Para pemimpin negara-negara tersebut digulingkan, sebagian bernasib tragis. Foto/NTV Telugu

JAKARTA - Invasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara sering dibungkus dengan narasi membawa demokrasi atau pun melindungi hak asasi manusia (HAM). Korban terbaru invasi Washington adalah Venezuela, di mana Presiden Nicolas Maduro diculik dan kekayaaan minyak negara itu akan dikelola Amerika.

Sebelum menginvasi Venezuela—meskipun operasi militernya singkat—, beberapa negara telah mengalami nasib serupa. Mereka antara lain Irak, Panama, Libya, dan Afghanistan.

Baca Juga: Enaknya AS, Jual Minyak Venezuela Tanpa Batas Waktu dan Uangnya Masuk Rekening Amerika

Bagaimana nasib negara-negara korban invasi AS tersebut. Berikut ulasannya.


Nasib Negara-negara yang Diinvasi AS

1. Irak

Waktu: Dimulai 20 Maret 2003.
Nama operasi: Operation Iraqi Freedom (OIF) atau Operasi Pembebasan Irak.
Dampak: Presiden Saddam Hussein digulingkan serta digantung dan Irak dilanda perang saudara.

Amerika Serikat, di bawah Presiden George W. Bush, memimpin invasi ke Irak pada 2003 dengan alasan utama bahwa rezim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal dan mendukung terorisme. Klaim tersebut tidak terbukti, namun Irak terlanjur menderita berkepanjangan.

Invasi AS telah menggulingkan Saddam Hussein, yang berujung pada eksekusi gantung sang presiden oleh pengadilan Irak yang didukung Amerika. Rezim Saddam Hussein diganti dengan sistem pemerintahan baru yang diklaim berbasis demokrasi.

Namun, pembubaran institusi dan militer lama menciptakan kekosongan kekuasaan yang memicu munculnya konflik sektarian antara Sunni dan Syiah.

Perang saudara Sunni-Syiah itu diperparah dengan munculnya kelompok ISIS. Konflik menjadi lebih panjang hingga bertahun-tahun. Sedangkan kemajuan demokrasi tidak sejalan dengan stabilitas secara nyata.

Dampak mengerikan lain dari invasi AS adalah lebih dari 100.000 warga sipil tewas, ribuan lainnya cacat atau pun mengungsi.

Layanan kesehatan dan infrastruktur hancur, dan korupsi menghambat rekonstruksi.

Irak juga masih terbelenggu fragmen sosial dan ekonomi, di mana ketidaksetaraan dan korupsi melumpuhkan layanan dasar.

Meski tujuan awalnya adalah perubahan rezim dan demokratisasi, warisan invasi AS terhadap Irak sebagian besar adalah konflik berkepanjangan, kekerasan sektarian, dan ketidakstabilan ekonomi.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |