Trauma Dibombardir Drone dan Rudal, Ini 7 Alasan Negara-negara Arab Tolak Perang Iran Jilid II

13 hours ago 8

loading...

Trauma dibombardir drone dan rudal, negara-negara Arab tolak Perang Iran jilid II. Foto/X

TEHERAN - Negara-negara Arab tidak ingin melanjutkan perang melawan Iran . Mereka memilih mendesak AS untuk menggelar perundingan dengan Iran. Negara-negara Arab mengalami trauma akibat perang selama 40 hari dengan Iran.

Trauma Dibombardir Drone dan Rudal, Ini 7 Alasan Negara-negara Arab Tolak Perang Iran Jilid II

1. Tidak Mau Jadi Target Serangan Balasan Iran

Namun, terlepas dari seruan ini, respons dari sebagian besar wilayah tersebut sangat terkendali. Bahkan mitra dekat pun tampak enggan untuk terlibat, termasuk negara-negara Teluk yang telah merasakan dampak perang di wilayah mereka sendiri.

Iran mengklaim hanya menargetkan infrastruktur militer, serta personel Amerika dan Israel yang ditempatkan di negara-negara tersebut, tetapi beberapa video yang beredar online menunjukkan realitas yang berbeda. Di antara targetnya adalah bangunan tempat tinggal, bandara, dan hotel, yang mengakibatkan beberapa korban jiwa dan banyak korban luka.

Meskipun demikian, pemerintah negara-negara Teluk memilih untuk tidak melakukan pembalasan. Sebaliknya, mereka telah mengambil sikap defensif, yang mencerminkan perhitungan strategis yang lebih luas tentang risiko eskalasi.


2. Mengusung Pertahanan Udara Positif

Fahd Al Shelemy, seorang kolonel purnawirawan di angkatan darat Kuwait, menggambarkan pendekatan ini sebagai "pertahanan udara positif." Negara-negara Teluk, jelasnya, mencegat rudal dan drone sambil sengaja menghindari serangan langsung terhadap Iran.

Alasan di baliknya berakar pada kekhawatiran jangka panjang dan keinginan untuk menghindari perang gesekan, di mana kedua belah pihak mengalami kerusakan berkepanjangan tanpa kemenangan yang menentukan.

“Jika Anda melihatnya, inilah tepatnya yang saat ini sedang dilakukan Iran terhadap kita, dan ini adalah sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Al Shelemy kepada RT.

3. Bukan Perang Negara-negara Arab

Namun keraguan itu lebih dalam daripada strategi militer.

“Banyak orang di sini mengatakan bahwa ini adalah perang Israel-Iran. Ini bukan perang kita, dan karena itu kita seharusnya tidak terlibat,” jelasnya.

“Dan poin lainnya adalah kurangnya kepercayaan pada pemerintahan Amerika. Pada suatu saat mereka mungkin menghentikan perang, lalu meninggalkan kita menghadapi perang gesekan seperti yang terjadi antara Iran dan Irak pada tahun 1980,” tambahnya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |