Semangat Merah Putih Berkibar di Honai Jelang Natal Papua

13 hours ago 5

LANNY JAYA - Semangat nasionalisme menyelimuti Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, menjelang perayaan Natal. Personel Satgas Mobile Yonif 408/Sbh Pos Andugume tak hanya hadir sebagai penjaga, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Melalui program bertajuk 'Sentuhan Kasih Natal', mereka berbagi kehangatan dengan membagikan dan membantu memasang Bendera Merah Putih di honai-honai warga pada Minggu (30/11/2025).

Lebih dari sekadar simbol, aksi ini menjadi cermin menguatnya kepercayaan dan rasa aman masyarakat terhadap kehadiran aparat negara di wilayah pegunungan yang terpencil. Kegiatan dilakukan secara personal, dari honai ke honai, di mana para prajurit dengan ramah menyerahkan bendera dan berinisiatif membantu pemasangannya di depan rumah adat khas pegunungan, sesuai permintaan warga.

Pendeta Gereja Baptis Andugume, Pdt. Elia Wenda (54), mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran TNI yang dirasakannya menyentuh ruang spiritual dan kehidupan sehari-hari umatnya.

“TNI hadir di ruang ibadah dan ruang hidup warga. Ini bukan agenda seremonial, tapi jawaban atas doa kami—bahwa warga bisa menyambut Natal tanpa gelisah. Saat bendera dipasang di honai, itu tanda kampung sedang percaya bahwa negara tidak jauh, ” kata Pdt. Elia di halaman gereja selepas liturgi Minggu.

Pandangan serupa datang dari tokoh adat setempat, Ondoafi Andugume, Bapak Lukas Kogoya (62). Ia merasakan makna Merah Putih kini bergeser dari sekadar formalitas upacara menjadi simbol kedekatan dan penghormatan.

“Dulu torang lihat bendera hanya saat upacara. Tapi hari ini prajurit sendiri yang datang dan bantu pasang. Itu artinya bukan diperintah, tapi diajak. Warga merasa dihormati sebagai tuan di tanahnya sendiri, ” ujar Lukas, dengan nada bangga.

Komandan Pos (Danpos) Andugume, Kapten Inf Nur Ikhsan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembacaan wilayah yang berfokus pada aspek sosial dan keagamaan.

“Kami memastikan warga bisa menyambut Natal dalam situasi aman, tanpa tekanan. Bendera yang berkibar di honai bukan sekadar lambang kedaulatan, tetapi pesan bahwa kami menjaga dari hati, bukan dari jarak, ” tegas Kapten Inf Nur Ikhsan.

Ia menambahkan bahwa interaksi yang terjalin selama tiga bulan terakhir, baik di sekolah, fasilitas kesehatan, maupun kegiatan ibadah, telah membangun dialog dua arah yang efektif. Bukti keberhasilan program komunikasi sosial ini terlihat jelas dari respons warga yang kini proaktif meminta bendera dipasang di honai mereka.

“Dalam tiga bulan terakhir, kehadiran kami di sekolah, ruang kesehatan, dan ibadah telah membangun dialog dua arah. Hari ini responsnya tampak: warga sendiri yang meminta benderanya dipasang. Itu standar keberhasilan Komsos yang bisa terukur, ” tambahnya.

Mama Yohana Gwijangge (37), salah seorang warga yang honaiknya kini dihiasi Bendera Merah Putih, turut merasakan dampak positifnya.

“Torang mama bisa siapkan Natal tenang. Kalau abang TNI datang, torang rasa bukan diawasi, tapi didampingi. Mereka hormat, torang hormat. Itu yang bikin keamanan terasa di hati, ” tutur Mama Yohana, dengan senyum mengembang.

Di tengah hembusan angin pagi yang menyapu pegunungan Wano Barat, kain Merah Putih yang terpasang di depan honai menjadi saksi bisu sebuah cerita yang lebih dalam dari keindahan alamnya. Ia berdiri tegak, bukan hanya dijaga, tetapi diterima dengan tulus oleh hati warga, menandakan persatuan yang tumbuh dari kedekatan dan rasa saling menghormati.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |