PUNCAK - Di tengah keheningan dataran tinggi Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan, Satgas Pamtas Mobile Yonif 142/Ksatria Jaya melalui Pos Sinak Pasar tidak hanya hadir sebagai penjaga, tetapi sebagai tetangga yang peduli. Pada Minggu, (30/11/2025), kegiatan 'Safari Honai' digelar, membawa uluran tangan berupa paket sembako langsung ke jantung perkampungan. Ini bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan sebuah upaya tulus untuk menjembatani jurang keterbatasan akses pangan dan logistik dasar yang selama ini membelenggu warga.
Setiap honai yang dikunjungi menjadi saksi bisu dialog hangat antara prajurit dan keluarga petani lokal. Pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan kebutuhan mendesak dilontarkan, membuka ruang komunikasi yang lebih dalam. Komandan Pos Sinak Pasar, Letda Inf. Abdi Khanafi D. Munthe, menegaskan esensi program ini.
"Prajurit di Papua belajar bahwa keamanan lahir ketika kita hadir dalam cerita rakyatnya, bukan hanya di peta tugas. Jadi hari ini kami mendengar dulu, baru membantu. Itu yang utama, " kata Letda Abdi.
Sambutan hangat dan penuh haru datang dari warga. Kepala Distrik Sinak, Yones Wandai, mengakui dampak positif kehadiran TNI yang persuasif dan konsisten dalam program sosialnya, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
"Yang paling dibutuhkan di Sinak bukan banyak janji, tetapi konsistensi dan ketenangan. Safari Honai dan bantuan sembako ini memberi efek domino: anak bisa sekolah, ibu bisa jual hasil kebun, bapak fokus kerja. Kalau dapur aman, kampung juga aman, " ungkap Yones.
Dari perspektif keagamaan, Sekretaris Klasis GKI Sinak, Pdt. Markus Waker, memandang Safari Honai sebagai wujud kemitraan sosial yang sejalan dengan semangat perdamaian Papua.
"Kami tidak melihat ini dari sisi institusi, kami melihat ini sebagai sesama anak bangsa. Mereka datang, menyapa rumah kami, dan menghormati adat kami. Itu pendekatan yang paling dekat dengan nilai damai Natal, " tuturnya.
Bagi Mama Holomama, Narelina Tebai, penerima manfaat, bantuan yang diantar langsung ke honai memberikan makna mendalam.
"Kalau Om tentara antar langsung ke honai, kami rasa dihormati. Kadang kami tidak mampu beli beras atau minyak sekaligus. Jadi bantuan ini beratnya tidak di barang, tapi di perasaan: kami tidak sendiri, " ujar Narelina.
Selain bantuan pangan, imbauan untuk menjaga situasi kondusif menjelang perayaan keagamaan juga disampaikan. Koordinator Medis Puskesmas Sinak, dr. Felicia Banap, menekankan kaitan erat antara ketahanan kesehatan dan pangan.
"Ketahanan kesehatan berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Ketika stok makanan aman, potensi penyakit serta tekanan psikologis di keluarga menurun dan koordinasi layanan medis lebih mudah dilakukan, " jelas dr. Felicia.
Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya berkomitmen menjadikan Safari Honai sebagai program berkelanjutan, menenun benang kepercayaan di setiap jengkal tanah Sinak.

19 hours ago
5
















































