LANNY JAYA - Kampung Tumbupur di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah, merasakan nuansa kebangsaan yang kental menjelang perayaan Natal. Pada Sabtu (29/11/2025), deretan honai tradisional tak hanya dihiasi suasana persiapan ibadah, tetapi juga berkibar gagah dengan Sang Merah Putih. Bendera ini dipasang oleh personel Satgas Pamtas Mobile Yonif 408/Sbh Pos Tumbupur sebagai bagian dari kegiatan 'Safari Honai'.
Berbeda dari seremoni formal, prajurit TNI mengadopsi pendekatan jemput bola. Mereka mendatangi setiap honai, berdialog hangat dengan pemiliknya, dan memastikan bendera kebangsaan itu terpasang tegak di pusat kehidupan keluarga, rumah adat yang sarat makna bagi masyarakat pegunungan Papua.
Kapten Inf. Panca Adi Prabowo, Komandan Pos Tumbupur, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari aspirasi warga dan tokoh lokal yang merindukan suasana kampung yang lebih bernuansa kebangsaan saat Natal tiba. Ia menekankan peran Satgas sebagai fasilitator, bukan pemilik bendera.
"Kami hanya fasilitator. Bendera ini bukan milik pos, tetapi milik warga. Tugas kami menyalurkan aspirasi dan memastikan pemasangannya berlangsung tertib serta menghormati adat setempat, " ujar Kapten Panca.
Undius Kogoya (47), seorang tokoh masyarakat yang turut memasang bendera di honainya, melihat pemasangan Merah Putih ini lebih dari sekadar simbol. Baginya, ini adalah peneguhan identitas ganda masyarakat Lanny Jaya, sebagai orang Papua yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
"Kalau Merah Putih berdiri di honai, itu artinya kami berdiri di rumah sendiri. Natal dan Indonesia tidak saling meniadakan. Kami mau damai. Anak-anak harus tumbuh dengan bangga, bukan dengan rasa takut, " tuturnya penuh harap.
Aleksander Huby (39), pemerhati pembangunan kawasan 3T di Lanny Jaya, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan sosial dan keamanan humanis di wilayah pegunungan Papua. Ia melihat pendekatan ini lebih efektif daripada narasi konflik.
"Salah satu tantangan di Kuyawage bukan penolakan kebangsaan, tetapi keterbatasan ruang ekspresi. Ketika TNI hadir pasang bendera di rumah adat, mereka tidak memaksa, tapi memberi warga ruang merasa diakui. Ini pendekatan yang lebih efektif daripada narasi konflik, " ujarnya.
Dari sisi pelayanan publik, Hermina Kagoya (44), perawat senior Puskesmas Sugapa dan relawan penjangkau kesejahteraan Kuyawage, merasakan efek psikologis positif dari program Safari Honai ini. Terutama bagi masyarakat yang kerap menghadapi keterbatasan akses informasi dan merayakan Natal dalam kesunyian.
"Warga sering bilang, malam panjang di Kuyawage terasa sunyi. Kalau sekarang honai diterangi bendera dan mereka bisa duduk bicara dengan aparat tanpa jarak, itu bagian dari kesehatan sosial yang tak kalah penting dari kesehatan fisik, " kata Hermina.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama di gereja kampung GKII Tumbupur, dipimpin oleh Pdt. Elianus Kemabu (51). Doa tersebut memohon kedamaian yang tumbuh dari keluarga, dan agar seluruh upaya pengamanan, pembangunan, serta persaudaraan di Kuyawage menjadi persembahan Natal yang tulus bagi Tuhan dan negeri.
Satgas menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pendekatan sosial dan teritorial di kampung-kampung sekitar, sebagai bagian integral dari upaya pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025.

1 day ago
8
















































