Lampung - Polda Lampung bersama seluruh Polres jajaran terus mengakselerasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tengah masyarakat. Program ini difokuskan pada penyaluran beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara masif, merata, dan terawasi, dengan capaian distribusi yang kini telah melampaui target.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang telah berjalan sebelumnya berhasil menyalurkan lebih dari 4.226 ton beras SPHP.
“Capaian ini menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di daerah, ” ujarnya. Rabu [17/12/25]
Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Selasa, kegiatan digelar serentak di Polres jajaran dengan total penyaluran puluhan ton beras SPHP. Distribusi terbesar dilakukan di Lampung Timur, disusul Lampung Selatan, Polresta Bandar Lampung, serta sejumlah Polres lainnya seperti Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Metro. Penyaluran difokuskan pada wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi dan daya beli masyarakat yang perlu diperkuat.
Kombes Pol Yuni menegaskan, pendistribusian beras SPHP dilakukan dengan pengawasan ketat agar tepat sasaran.
“Kami memastikan beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan mekanisme pengawasan berlapis di tingkat Polres, ” tegasnya.
Program tersebut berlanjut pada Rabu, dengan rencana distribusi ratusan ton beras SPHP di Polres jajaran. Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah dengan alokasi terbesar, diikuti Lampung Timur, Lampung Utara, serta daerah lainnya seperti Pesawaran, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, dan Metro. Penjadwalan distribusi disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta kesiapan logistik di masing-masing wilayah.
Menurut Kabid Humas, hingga saat ini capaian total Gerakan Pangan Murah Polda Lampung dan jajaran telah mencapai lebih dari 4.467 ton beras SPHP, atau melampaui target yang ditetapkan.
“Angka ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Polda Lampung dan Polres jajaran dalam menjaga ketahanan pangan serta menekan potensi gejolak harga, ” ungkapnya.
Secara akumulatif, wilayah dengan distribusi tertinggi dipimpin oleh Lampung Selatan dan Lampung Timur, disusul Lampung Tengah, Polresta Bandar Lampung, dan Pesawaran. Sementara daerah lainnya seperti Tanggamus, Mesuji, Lampung Utara, Way Kanan, Pringsewu, Lampung Barat, Metro, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat turut berkontribusi signifikan dalam pemerataan penyaluran.
Kombes Pol Yuni menambahkan, Gerakan Pangan Murah tidak hanya berorientasi pada capaian angka distribusi, tetapi juga dampak langsung bagi masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli warga, mencegah lonjakan harga, serta memastikan kebutuhan pokok tersedia secara adil. Program ini akan terus kami evaluasi dan perkuat, ” pungkasnya. [Humas/Udin]


















































