SOLOK – Pemerintah Daerah Kabupaten Solok bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Solok terus mempercepat upaya penanganan darurat bagi masyarakat terdampak banjir. Melalui pengoperasian dapur umum dan pendistribusian makanan siap saji, ribuan warga menerima bantuan logistik setiap harinya sejak bencana melanda sejumlah nagari pada pekan ini.
Asisten I Setda Kabupaten Solok, Zaitul Ikhlas, menyampaikan bahwa pendistribusian Makanan Berbasis Gizi (MBG) dimulai sejak Kamis, 27 November 2025. Ia menegaskan bahwa meskipun kegiatan sekolah diliburkan akibat banjir, dapur umum SPPG tetap beroperasi penuh. Makanan yang diproduksi diupayakan untuk segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak bencana. Zaitul Ikhlas menekankan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara terkoordinasi dengan tim penanggulangan bencana, termasuk BPBD, perangkat nagari, dan relawan, agar bantuan dapat menjangkau titik-titik yang paling membutuhkan.
Di Posko BPBD Koto Baru, ribuan porsi makanan dikirimkan secara bertahap dari berbagai dapur umum. SPPG Solok Gunung Talang Batang Barus mengirim lebih dari tiga ribu porsi pada pagi hari. Setelah itu, SPPG Solok Gunung Talang Cupak melanjutkan pengiriman dengan jumlah serupa pada siang hari. Menjelang sore, makanan tambahan disalurkan oleh SPPG Solok IX Koto Sungai Lasi Guguak Sarai. Seluruh bantuan ini dihimpun terlebih dahulu di Posko BPBD Koto Baru sebelum diteruskan kepada warga di sejumlah wilayah prioritas seperti Nagari Aie Batumbuak, Koto Baru, Kacang, dan beberapa lokasi pengungsian yang masih aktif.
Sementara itu, distribusi bantuan juga dilakukan ke Posko Sumani. Pada malam hari tanggal 27 November, SPPG Solok X Koto Singkarak menyalurkan seribuan porsi makanan untuk warga di Koto Sani, Sumani, dan Saniang Baka. Keesokan paginya, tambahan makanan kembali disalurkan ke posko yang sama untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi. Pengiriman lainnya dilakukan oleh SPPG Solok Kubung Koto Baru yang turut mengirim ribuan porsi makanan pada pagi hari. Selain melalui posko, pendistribusian langsung ke masyarakat Paninggahan juga dilakukan secara terjadwal karena akses jalan di kawasan tersebut sudah mulai membaik. Sebanyak lebih dari seribu porsi makanan langsung disalurkan ke rumah-rumah dan titik pengungsian warga di daerah tersebut.
Pemkab Solok menegaskan bahwa kebutuhan makanan warga menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat. Menurut Zaitul Ikhlas, dapur umum BGN bekerja tanpa henti untuk memproduksi ribuan porsi setiap hari. Ia memastikan bahwa seluruh bantuan yang dikirim telah terdata dan diarahkan tepat sasaran, terutama bagi warga yang masih terisolasi atau kesulitan mendapatkan akses logistik. Ia juga menambahkan bahwa pendistribusian bantuan akan terus dilakukan selama warga masih membutuhkan, dengan penyesuaian jumlah produksi berdasarkan perkembangan kondisi banjir di lapangan.
Koordinasi antara Pemda, BGN, BPBD, perangkat nagari, dan para relawan terus diperkuat untuk memastikan tidak ada warga yang mengalami kekurangan logistik. Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat di wilayah rawan agar tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan tambahan. Seluruh posko utama akan tetap siaga selama masa darurat berlangsung guna memastikan proses pemulihan dan distribusi bantuan berjalan optimal.

















































