Miris! Rumah Tak Layak Huni di Barru Terancam Dilelang Akibat Hutang KUR, 4 Yatim Piatu Butuh Uluran Tangan

1 week ago 9

BARRU - Sebuah kisah memilukan datang dari Kelurahan Sumpang Binangae, Kabupaten Barru. Di saat rumahnya sudah tidak layak huni dan sangat membutuhkan bantuan bedah rumah, empat bersaudara yang kini berstatus yatim piatu justru harus menghadapi kenyataan pahit, rumah mereka terancam disita dan dilelang oleh pihak bank.

Kondisi rumah yang beralamat di Limpomajang, Jalan Ladullah No. 13 (samping Percetakan Gulam) ini tampak sangat memprihatinkan. Lantai tanah, dinding yang mulai rapuh, serta tumpukan kayu penyangga menghiasi setiap sudut hunian tersebut. 

Namun, beban yang dipikul penghuninya jauh lebih berat dari sekadar atap yang bocor.

Keempat bersaudara ini kini harus menanggung beban angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI yang ditinggalkan oleh almarhumah ibunda mereka. 

Sang ibu diketahui meninggal dunia karena sakit akibat kelelahan bekerja keras demi menghidupi keempat anaknya sendirian.

Alih-alih mendapatkan keringanan setelah kepergian sang ibu, anak-anak tersebut kini dibayangi ketakutan akan kehilangan tempat berteduh. Pihak bank disebut akan melakukan lelang jika tunggakan tersebut tidak segera dilunasi sebelum jatuh tempo.

"Kami sangat berharap ada kebijakan atau uluran tangan. Kami tidak mampu membayar angsuran itu karena kondisi ekonomi kami yang seperti ini, " ungkap Nadia, salah satu anak almarhumah, kepada media pada Kamis (22/1/2026).

Keadaan ini mengundang keprihatinan mendalam. Rumah yang secara fisik sudah seharusnya masuk dalam program bedah rumah pemerintah, kini justru berada di ujung tanduk karena permasalahan perbankan.

Nadia dan saudara-saudaranya hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Barru maupun para dermawan untuk membantu melunasi sisa hutang tersebut agar rumah peninggalan orang tua mereka tidak disita.

Kasus ini menjadi potret nyata bagaimana jaring pengaman sosial masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat rentan, terutama bagi anak-anak yang kehilangan orang tua namun tetap harus memikul beban finansial yang ditinggalkan.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |