Menyatukan Karakter dan Prestasi

5 hours ago 3

loading...

Hendarman - Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto: Dok Pribadi

HENDARMAN
Ketua Dewan Pakar JFAK INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

Apakah benar apabila ada sebuah pernyataan bahwa seseorang tidak akan berprestasi apabila tidak memiliki karakter? Pernyataan ini didasarkan atas asumsi bahwa karakter dan prestasi dipandang sebagai dua hal yang saling melengkapi dan tidak mungkin dibiarkan tumbuhkembang secara parsial atau sendiri-sendiri.

Secara sekilas pemikiran ini tampak logis. Logis karena adanya anggapan bahwa karakter dianggap sebagai fondasi, sementara prestasi merupakan hasil akhir dari proses pendidikan. Dengan demikian, menyatukan proses tumbuhkembang kedua hal tersebut dinilai dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pembinaan generasi muda.

Namun demikian, dari perspektif kebijakan publik dan teori pendidikan, gagasan tersebut justru perlu dikaji secara lebih hati-hati. Karakter dan prestasi memang sama-sama penting dalam pembangunan sumber daya manusia, tetapi keduanya tidak selalu memiliki hubungan yang linear atau otomatis. Menyatukan dua fungsi yang memiliki pendekatan, instrumen, dan orientasi berbeda justru berpotensi menimbulkan masalah baru dalam tata kelola pendidikan.

Penyederhanaan Relasi

Menyatukan karakter dan prestasi ditengarai akan memunculkan perbedaan pandangan yaitu bahwa karakter dan prestasi sesungguhnya merupakan dua hal yang secara alami berjalan paralel. Dalam praktiknya, asumsi ini mungkin saja tidak selalu benar. Mengapa? Yang dipahami secara normatif selama ini, karakter berkaitan dengan nilai-nilai moral, integritas, tanggung jawab, empati, serta orientasi etis seseorang dalam kehidupan sosial. Sementara itu, prestasi lebih berkaitan dengan pencapaian dalam bidang tertentu baik akademik, olahraga, seni, maupun inovasi.

Berbagai fakta menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki prestasi tinggi tanpa selalu menunjukkan karakter yang baik. Sebaliknya, seseorang dapat memiliki karakter kuat namun tidak selalu mencapai prestasi yang menonjol dalam sistem kompetisi formal.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |