loading...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Semarang memeriksa ribuan karung bawang bombay selundupan yang masuk tanpa izin resmi. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap praktik impor ilegal pangan yang dinilai merugikan petani dan membahayakan ekosistem pertanian nasional. Ketegasan itu disampaikan saat ia turun langsung ke Semarang untuk memeriksa ribuan karung bawang bombay selundupan yang masuk tanpa izin resmi dan terindikasi membawa penyakit.
Dalam pemeriksaan tersebut, Mentan Amran menyebut bawang bombay ilegal itu tidak dilengkapi dokumen impor, tidak membayar kewajiban pajak, serta berpotensi membawa bakteri berbahaya yang dapat mengancam pertanian dalam negeri.
"Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM (Polisi Militer) dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera," tegas Mentan Amran dalam keterangannya pada Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan Bikin Mentan Amran Vertigo hingga Asam Lambung
Ia mengungkapkan, barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton. Namun, menurutnya, besarnya volume bukan satu-satunya indikator tingkat bahaya dari praktik penyelundupan tersebut. "Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama. Dampaknya besar, karena ini menyangkut psikologi dan semangat petani," ujarnya.
Mentan Amran menilai impor ilegal pangan merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan produksi nasional dan kesejahteraan petani. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4-5 juta peternak yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum. "Masa mau korbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun," tegasnya.


















































