Mengapa Jet Tempur Tua F-5 Iran Sukses Pecundangi Sistem Rudal Canggih Patriot AS di Kuwait?

9 hours ago 12

loading...

Jet tempur tua F-5 Iran berhasil mengebom Camp Buehring di Kuwait meski dilindungi sistem pertahanan rudal canggih Patriot AS. Foto/Tehran Times

TEHERAN - Gambaran yang muncul tentang serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di seluruh Teluk menunjukkan bahwa biaya militer sebenarnya dari Operasi Epic Fury mungkin jauh lebih tinggi daripada yang telah diakui Washington secara publik. Ini mencakup kerusakan infrastruktur, kehilangan pesawat canggih, dan gangguan operasional yang sekarang diukur dalam miliaran dolar.

Sejumlah pejabat AS, staf kongres, dan individu yang mengetahui penilaian kerusakan yang dirahasiakan menunjukkan bahwa serangan balasan Iran menghantam puluhan target di setidaknya tujuh negara di Timur Tengah. Ini menantang narasi awal bahwa kapasitas pembalasan Teheran telah dinetralisir dengan cepat setelah serangan pembuka AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Baca Juga: Terungkap! Serangan Iran Sebabkan Pangkalan-pangkalan AS Rusak Sangat Parah, tapi Ditutup-tutupi

Signifikansi strategis semakin mendalam ketika NBC News mengonfirmasi bahwa jet tempur F-5 Iran berhasil melakukan serangan bom di Camp Buehring di Kuwait, menembus sistem pertahanan rudal Patriot canggih AS yang telah siaga.

Serangan itu secara langsung melemahkan pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump bahwa Angkatan Udara Iran telah "benar-benar dihancurkan", karena bukti operasional sekarang menunjukkan bahwa Teheran mempertahankan kemampuan penerbangan tempur yang cukup untuk menyerang instalasi AS yang diperkuat di medan pertempuran Teluk.

Ada tiga kemungkinan mengapa jet tempur tua F-5 Iran berhasil mempermalukan sistem pertahanan Patriot AS di Kuwait. Kemungkinan pertama, pesawat tempur tersebut terbang sangat rendah—sedangkan sistem Patriot dirancang untuk menembak target di ketinggian menengah-tinggi.

Kemungkinan kedua, serangan saturasi Iran membuat radar dan pencegat dari sistem Patriot tidak sanggup mencakup semua arah serangan. Kemungkinan ketiga, radar dan sistem sensor maupun operator Patriot sedang bermasalah atau faktor human error.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |