YAHUKIMO - Kehadiran prajurit TNI di wilayah pedalaman Papua kembali menunjukkan makna yang lebih luas dari sekadar pengamanan. Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir mengedepankan pendekatan humanis melalui interaksi langsung dengan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut terlihat saat patroli rutin yang dilakukan prajurit di sekitar SDN Maroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (27/04/2026). Dalam suasana sederhana namun penuh makna, para prajurit menyempatkan diri berhenti dan berinteraksi dengan warga serta tenaga pendidik di sekolah tersebut.
,
Dengan senyum dan sapaan hangat, prajurit menjalin komunikasi langsung, menanyakan kondisi lingkungan hingga memastikan aktivitas belajar mengajar berjalan dengan aman. Kehadiran mereka pun disambut positif oleh guru dan masyarakat sekitar yang merasa lebih tenang dengan situasi keamanan yang terjaga.

Kepala Sekolah, Yahirus Elopere di SDN Maroku mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran prajurit di tengah aktivitas sekolah.
“Anak-anak jadi lebih semangat belajar, kami juga merasa lebih aman. Kehadiran bapak-bapak TNI memberi rasa tenang di lingkungan sekolah, ” ujarnya.
Tidak hanya menjadi bentuk silaturahmi, kegiatan komunikasi sosial ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif di wilayah penugasan. Interaksi yang dibangun secara langsung dinilai mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menegaskan pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta mengedepankan prosedur operasional dalam setiap kegiatan di lapangan, ” tegasnya.
Menurutnya, keamanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan personel, tetapi juga oleh hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik terus menjadi prioritas di wilayah penugasan.
Melalui langkah-langkah sederhana seperti menyapa, berdialog, dan hadir di tengah masyarakat, Satgas Yonif 5 Marinir berupaya menumbuhkan rasa aman sekaligus mempererat hubungan sosial. Di tengah keterbatasan wilayah pedalaman, kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa negara selalu hadir untuk melindungi dan mendampingi rakyatnya.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, khususnya bagi dunia pendidikan, sehingga generasi muda di Yahukimo dapat belajar dengan tenang dan penuh semangat.
(PERS)

6 hours ago
3

















































