Lampu Solar TNI Terangi 78 Rumah di Andugume, Buka Era Baru Belajar Malam

1 day ago 9

PUNCAK - Kegelapan pekat kerap menyelimuti Kampung Andugume di Distrik Wano Barat, Kabupaten Puncak Jaya, bahkan sebelum senja benar-benar usai. Di wilayah yang rasio penerangan listriknya jauh di bawah rata-rata nasional, malam yang panjang tak jarang memaksa aktivitas warga, termasuk sesi belajar anak-anak, terhenti.

Menyadari kebutuhan mendesak ini, Satgas Yonif 408/Sbh tak tinggal diam. Pada Sabtu, (29/11/2025), mereka menyalurkan 78 unit lampu tenaga surya (solar cell) kepada keluarga-keluarga di kampung yang terletak di ketinggian pegunungan ini, membuka peluang baru bagi kehidupan malam yang lebih produktif.

Letkol Inf. Afdal, Komandan Satgas Yonif 408/Sbh, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari asesmen mendalam yang dilakukan personel pos selama tiga pekan terakhir. Fokus utamanya adalah pada pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga dan fasilitasi pendidikan di malam hari.

“Dari pendataan lapangan, kami menemukan 65 persen anak sekolah di sini tidak punya waktu belajar yang cukup di rumah pada malam hari. Lampu solar cell ini kami prioritaskan untuk memulihkan jam belajar keluarga dan aktivitas produktif, bukan hanya sekadar penerangan, ” ujar Letkol Afdal.

Kapten Inf. Nur Ikhsan, Komandan Pos Andugume, turut menambahkan bahwa minimnya penerangan tak hanya berdampak pada kualitas pendidikan, tetapi juga pada keselamatan keluarga.

“Malam di sini bukan hanya gelap, tapi juga sunyi. Ketika tak ada lampu, anak belajar bergantian di satu titik, dan orang tua sulit mengawasi. Sekarang, rumah-rumah mulai punya zona terang masing-masing, itu artinya ada zona aman baru bagi keluarga, ” jelas Kapten Nur Ikhsan.

Mama Marline Tabuni (52), salah seorang warga penerima bantuan, berbagi pengalamannya. Ia mengakui bahwa akses energi yang terbatas di rumah telah menjadi keluhan yang terbiasa diabaikan karena dianggap sebagai keniscayaan di daerah pedalaman.

“Selama ini anak-anak hanya bisa baca buku sebentar karena lampu minyak cepat habis. Sekarang mereka bisa menulis PR dan baca Alkitab tanpa harus berhenti karena gelap, ” tuturnya dengan nada lega.

Pendeta Yohanis Kemong (47), Ketua Klasis Gereja Distrik Wano Barat, menilai inisiatif TNI ini sangat mendukung ekosistem pendidikan dan ibadah di kalangan keluarga.

“Di Andugume, gereja dan sekolah adalah dua tungku kehidupan kampung. Jika rumah-rumah punya cahaya, maka pendidikan dan ibadah bisa berjalan konsisten. Ini bukan hanya membangun teras rumah, tapi membangun rutinitas masa depan, ” kata Pendeta Yohanis.

Dr. Imelda Wamafma, seorang pengamat energi daerah 3T dari Universitas Papua, memandang penggunaan solar cell sebagai solusi yang sangat tepat bagi wilayah terpencil seperti Andugume.

“Solar cell adalah solusi paling logis untuk kampung pegunungan. Yang membuatnya bernilai berita bukan teknologinya, tetapi dampak sosialnya: membuka jam belajar, memperluas produktivitas, dan memperkuat kepercayaan warga terhadap layanan negara yang responsif, ” ujarnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini berjalan dengan tertib dan transparan, disaksikan langsung oleh perangkat distrik dan didokumentasikan oleh tim penerangan Satgas. Satgas berencana memperluas program serupa ke kampung lain di Wano Barat pada awal tahun 2026, berdasarkan data kebutuhan energi keluarga yang terus dihimpun.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |