Kata Ulama : Sekarang Zaman Fitnah, Hati-hati Bicara atau Lebih Baik Diam

8 hours ago 3

loading...

Menyikapi fitnah harus dengan kebijaksanaan ilmu terutama dari akhlak Nabi dan para ulama, jangan terpengaruh dengan perkataan atau kabar dari orang lain. Jika tak mampu berbicara baik, lebih baik diam. Foto ilustrasi/ist

Banyaknya fitnah (ujian) pada masa ini merupakan salah satu tanda bahwa kehidupan manusia saat ini sedang berada di akhir zaman . Namun, kapan berakhirnya hanya Allah Ta'ala saja yang tahu kapan waktunya.

Dalam perspektif Islam, dari banyak fitnah (ujian) yang terjadi, fitnah terbesar di akhir zaman adalah munculnya Dajjal dan pengikutnya. Fitnah Dajjal merupakan salah satu tanda Kiamat. Dajjal memiliki tipuan luar biasa hingga dapat menyesatkan manusia dengan mudah. Dia diberi kemampuan menyulap kebenaran dengan kebatilan, menghidupkan orang mati dan sebagainya.

Lalu, bagaimana sikap kita menghadapi fitnah yang terjadi saat ini? Syaikh Ahmad Al-Misri, Dai lulusan Mesir yang mengatakan, sekarang ini umat harus hati-hati. Sebaiknya kita dekatkan diri kepada Allah Ta'ala dan berhijrahlah kepada Allah karena ini zaman fitnah .

"Zaman fitnah sekarang ini harus hati-hati berbicara. Saya lebih baik bicara yang Haq (kebenaran). Kalau ada orang mencela Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di sini beri nasihat atau tinggalkan," kata Syaikh Ahmad dalam salah satu kajiannya.

Syaikh Ahmad berpesan Jika Anda sudah masuk Islam, jangan belajar dari orang lain karena banyak kelirunya, tapi belajarlah dari akhlak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Baca juga: Ciri-ciri Akhir Zaman : Fitnah Bertebaran, Halal Haram Semakin Samar

Kalau Ulama mengukur segala sesuatu dengan ilmu. Kalau orang lain mengukurnya dengan hawa nafsu. Ulama kalau melihat sesuatu diam dulu. Kalau orang lain langsung merespons dan menyebarkannya.

"Fitnah itu sedang tidur, maka janganlah Anda membangunkan fitnah itu karena akan menyebabkan perpecahan dengan bangunnya fitnah tersebut," jelas Syaikh Ahmad.

Khalifah Umar bin Abdul Azis radhiyallahu 'anhu berkata: "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak bisa mencintai mereka, janganlah engkau membenci mereka."

Read Entire Article
Masyarakat | | | |