LANNY JAYA - Kampung Primbupur di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tengah, dilanda musibah pada Minggu (30/11/2025) ketika sebuah honai, rumah adat masyarakat pegunungan Papua, lenyap dilalap api. Peristiwa memilukan yang menimpa keluarga Udan ini segera memicu reaksi sigap dari personel Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) Pos Kotis Kuyawage. Tak menunggu lama, mereka langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama sekaligus menguatkan mental keluarga yang tengah dirundung duka.
Api yang berkobar pada pagi hari itu dengan cepat menghabiskan honai yang mayoritas terbuat dari kayu dan alang-alang, seketika merampas tempat bernaung keluarga Udan dalam hitungan menit. Komandan Pos (Danpos) Kuyawage, Kapten Inf. Arifin, menjelaskan bahwa informasi kebakaran diterima melalui jalur komunikasi warga dan personel pembinaan teritorial setempat. Arifin menegaskan bahwa respons cepat adalah wujud tanggung jawab kemanusiaan.
“Musibah seperti ini tidak mudah, tetapi kami ingin keluarga Udan dan seluruh warga tahu, mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk membantu kebutuhan darurat dan menguatkan mereka secara moril. Ini bukan hanya tugas kami sebagai prajurit, tapi sebagai sesama saudara di Tanah Papua, ” ujar Arifin kepada media.
Setibanya di lokasi, para prajurit Satgas segera bertindak menenangkan keluarga, memastikan tidak ada korban jiwa, dan menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan mendesak, termasuk bahan makanan pokok.
Suasana haru yang menyelimuti keluarga Udan perlahan mencair seiring kehadiran personel Satgas yang berdiri di samping mereka, menyalurkan pesan penguatan dan semangat untuk bangkit. Dengan mata berkaca-kaca, Udan mengungkapkan isi hatinya dalam Bahasa Indonesia yang bercampur dialek lokal.
“Beta sedih sekali lihat honai hangus… tapi beta kuat kembali karena TNI datang bantu. Terima kasih sudah datang cepat, kasih sembako, kasih semangat. Tuhan berkati Satgas yang selalu jaga kami, ” ucap Udan dengan suara bergetar.
Tokoh adat setempat di Primbupur, Karpus Tipagau (54), turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Satgas. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka bukan hanya saat darurat, tetapi juga dalam proses pembinaan di kampung-kampung pedalaman.
“Yang kami butuh di sini bukan hanya bantuan fisik, tapi rasa dilihat dan didengar. Satgas 408 ini selalu turun sapa warga. Hari ini, mereka datang saat kami susah. Itu bukti mereka bukan hanya jaga wilayah, tapi juga jaga manusianya, ” kata Karpus di sela peninjauan lokasi.
Menutup pernyataannya, Arifin menegaskan komitmen Satgas untuk terus mendampingi warga dalam situasi serupa, termasuk rencana pendampingan perbaikan tempat tinggal sementara bersama komunitas kampung.
“Selama bertugas di sini, masyarakat Kuyawage adalah prioritas kami. Kami akan terus hadir, membantu, dan mengabdi dengan sepenuh hati, ” tuturnya.
Kehadiran TNI di pedalaman Papua kembali menorehkan peran gandanya, tidak hanya dalam fungsi pengamanan tetapi juga sebagai pendamping sosial dan kemanusiaan. Di ketinggian Kuyawage, Satgas Yonif 408/Sbh menjadi lambang bahwa solidaritas kemanusiaan terus berdenyut, bahkan di tengah kobaran api yang melahap rumah, harapan tetap menyala dalam hati warga.

18 hours ago
4
















































