Didukung AS dan Kaya Minyak, Wilayah Alberta Tuntut Merdeka dari Kanada

9 hours ago 8

loading...

Kubu pro-kemerdekaan di Provinsi Alberta yang kaya minyak menuntut referendum kemerdekaan untuk pisah dari Kanada. Foto/Jason Franson/The Canadian Press

EDMONTON - Kanada, salah satu negara NATO, sekarang terancam pecah setelah Provinsi Alberta yang kaya minyak menginginkan pisah atau merdeka. Kubu pro-kemerdekaan di provinsi itu ramai-ramai menuju ibu kota provinsi, Edmonton, pada hari Senin untuk mengajukan petisi yang menuntut diadakannya referendum kemerdekaan.

Kubu pro-kemerdekaan menyatakan petisi tersebut sudah memiliki cukup tanda tangan untuk memaksa diadakannya referendum.

Baca Juga: Trump Sebut Kanada Menentang Kubah Emas di Greenland, AS Bisa Caplok Kanada

Provinsi Alberta yang berpenduduk sekitar lima juta jiwa ini telah lama menyuarakan kemerdekaan. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, gerakan pro-kemerdekaan telah mendapatkan momentum untuk memicu pemungutan suara.

Jajak pendapat menempatkan dukungan pro-kemerdekaan sekitar 30 persen, tetapi bahkan jika pihak federalis memenangkan referendum yang prospektif, para pemimpin di kedua pihak mengatakan proses tersebut telah mengubah Kanada secara permanen.

Berdiri di luar gedung legislatif provinsi pada Minggu malam, mantan wakil perdana menteri Alberta yang juga aktivis dari kubu federalis, Thomas Lukaszuk, mengatakan kepada AFP bahwa dia kini kesulitan untuk melihat bendera provinsi Alberta berwarna biru yang berkibar di belakangnya, karena menurutnya bendera itu telah disalahgunakan oleh kaum separatis.

“Bendera itu melambangkan sesuatu yang sebagian besar dari kita, warga Alberta dan Kanada, tidak dukung. Itu adalah bentuk pengkhianatan,” kata Lukaszuk, yang pindah ke Kanada saat masih kecil ketika keluarganya mencari perlindungan dari komunis Polandia.

Dukungan Diam-diam dari AS

Lukaszuk mengakui bahwa beberapa kaum separatis memiliki keluhan yang sah yang harus diatasi oleh Ottawa, termasuk demonisasi industri minyak yang tetap menjadi sumber penghidupan penting di provinsi tersebut.

Lukaszuk, yang memimpin kampanye Forever Canadian Alberta, mengatakan gerakan separatis yang sedang berlangsung telah dibantu oleh perdana menteri sayap kanan, Danielle Smith, yang telah berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Partai Republik Amerika Serikat—Presiden Donald Trump.

Menurutnya, dukungan diam-diam dari Washington, termasuk beberapa pertemuan Departemen Luar Negeri, juga telah membantu.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |