Dari Warnet ke Panggung Esports, Jalan Sunyi Lipay Xia Menggapai Mimpi

17 hours ago 6

loading...

Dari Warnet ke Panggung Esports, Jalan Sunyi Lipay Xia Menggapai Mimpi. Foto: Istimewa

JAKARTA - Nama Lipay Xia tak lahir dari gemerlap panggung besar. Ia tumbuh dari sudut-sudut warnet, dari layar monitor yang menyala semalaman, dari kegemaran masa remaja yang kerap dipandang sebelah mata. Di sanalah, perlahan, ia merakit mimpinya.

Perempuan kelahiran Tangerang, 25 Agustus 2000 ini mengenal kultur pop Jepang sejak akhir 2015. Berawal dari pengaruh sang kakak, ia jatuh hati pada karakter Roronoa Zoro dan Portgas D. Ace dalam anime One Piece. Kegemaran itu tak berhenti sebagai tontonan; ia menjelma menjadi keseriusan. Cosplay menjadi pintu masuknya.

Namun perjalanan Lipay tak sepenuhnya mulus. Sebelum dikenal di dunia cosplay dan esports, ia lebih dulu mengetuk pintu industri hiburan arus utama. Pada 2018, ia mengikuti audisi JKT48 dan berhasil menembus 100 besar dari sekitar 1.000 pendaftar.

Pengalaman itu menjadi fondasi kepercayaan diri. Ia belajar berdiri di depan publik, menghadapi sorotan, menerima penilaian. Setahun berselang, namanya mulai diperhitungkan di komunitas cosplay. Ia meraih Juara Favorit Predator League Cosplay Competition 2019 dan peringkat ketiga Pemm’z Cosplay Competition 2019. Pada 2024, ia bahkan dipercaya menjadi juri Cosplay Mukashi Festival.

“Setiap panggung itu melatih mental. Entah itu audisi, lomba cosplay, atau live streaming. Semua butuh keberanian untuk tampil apa adanya,” ujar Lipay saat ditemui, Kamis (19/2/2026).

Sebulan Tinggal di Warnet

Jika cosplay membentuk panggungnya, warnet membentuk daya tahannya. Sejak duduk di bangku SMK, Lipay terbiasa menghabiskan waktu bermain gim di warung internet. Bahkan, setelah lulus sekolah, ia pernah beraktivitas penuh di warnet selama sebulan. Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar ekstrem. Bagi Lipay, itu adalah fase pencarian arah.

Dari sana ia masuk ke ranah kompetitif dan sempat bergabung dalam divisi wanita untuk gim Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO). Dunia esports bukan lagi sekadar hobi; ia berubah menjadi kemungkinan.

“Dari warnet saya belajar konsistensi. Kalau mau jago, ya harus latihan terus. Tidak ada jalan pintas,” tuturnya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |