BPDP Kolaborasi Jembatani Generasi Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit

23 hours ago 7

loading...

Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit yang bertemakan Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Generasi muda memiliki peluang sebagai wirausaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berbasis produk sawit karena Indonesia memiliki kelimpahan bahan baku sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia. Potensi ini menjadi topik pembahasan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit yang bertemakan “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5).

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Purwadi, mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Disinilah, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut di masa depan.

“Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” ujar Purwadi dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: BPDP Dorong Hilirisasi Sawit Skala UMKM ke Pasar Global

Purwadi menyebutkan, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6% dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Namun, sawit dinilai paling unggul karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” ujarnya.

Ia juga menantang peserta workshop untuk mengambil peluang bisnis di sektor sawit. Menurutnya, keberlanjutan kejayaan sawit Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus.

“Peluang bisnis sawit ini masih sangat besar untuk dikembangkan terutama produk-produk UKM. Tetapi ingat anak mudanya jangan sampai letoy dan bermalas-malasan. Kita harus mau belajar salah satunya melalui workshop ini,” kata Purwadi.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |