Berkat Berlimpah di Halaman Gereja Susumuk: Marinir Hadirkan Kebahagiaan

19 hours ago 3

PAPUA BARAT DAYA - Di Kampung Susumuk, Papua Barat Daya, suasana khidmat ibadah Minggu di Gereja GKI Bukit Harapan tak berhenti di pintu gereja. Usai lantunan doa penutup bergema, warga berbondong-bondong merasakan 'ibadah kedua' yang penuh kehangatan. Kali ini, bukan lantunan ayat suci yang mengalun, melainkan deretan antrean sukacita yang tak terhingga. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/Surabaya (SBY) hadir membawa kabar gembira, membagikan puluhan paket pakaian layak pakai kepada keluarga yang membutuhkan, Minggu (30/11/2025).

Sejak pukul 10.30 WIT, prajurit TNI berseragam loreng Marinir dengan sigap menurunkan bantuan dari Pos Susumuk. Halaman gereja disulap menjadi lokasi distribusi yang penuh semangat. Warga yang baru saja menyelesaikan ibadah tampak antusias, terutama para ibu dan anak-anak yang menjadi prioritas utama penerima donasi.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Aris Moko, mengungkapkan bahwa inisiatif mulia ini lahir dari evaluasi mendalam mengenai kebutuhan dasar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat keramaian dan ekonomi.

“Di sini bukan sekadar soal baju. Ini soal hadir di momentum rohani masyarakat dan menjawab kebutuhan mereka. Ketika gereja selesai, kami ingin suka cita itu tidak berhenti di pintu gereja, ” ujar Letkol Aris Moko kepada awak media.

Bantuan ini disambut hangat oleh pihak gereja. Gembala jemaat GKI Bukit Harapan Susumuk, Pdt. Abraham Sayori, mengapresiasi pendekatan sosial yang dilakukan TNI sebagai pilar penopang kedamaian di wilayah perbatasan.

“Kolaborasi TNI dan gereja sangat penting. Prajurit datang tanpa jarak. Mereka tidak hanya menjaga tapal batas, tapi juga menjaga martabat dan hati jemaat, ” tutur Pdt. Abraham Sayori.

Salah seorang penerima manfaat, Mama Yohana Tebai, tak kuasa menahan haru. Bantuan pakaian layak pakai ini dirasakannya sangat meringankan beban keluarganya, terutama untuk perlengkapan sekolah anak-anaknya.

“Torang baru selesai ibadah, tiba-tiba dapat berkat lagi. Anak-anak bisa pakai ke sekolah. Ini bukan hanya bantu baju, tapi bantu masa depan, ” ucap Mama Yohana Tebai dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa berharga bantuan tersebut.

Dari sisi pemerintah setempat, Kepala Kampung Susumuk, Kornelis Wanma, menyoroti dampak positif dari bantuan logistik yang diberikan secara berkelanjutan oleh Satgas. Hal ini membuat warga merasa benar-benar diperhatikan.

“Kalau mereka (TNI) rutin sentuh masyarakat, kepercayaan tumbuh. Dan itu investasi sosial terbesar di perbatasan, ” tegas Kornelis Wanma.

Melalui gelaran ibadah Minggu ini, Satgas 10 Marinir menegaskan kembali bahwa operasi TNI di Papua tak hanya berfokus pada patroli keamanan, melainkan juga pada 'patroli empati'. Sebuah upaya membangun hubungan sosial yang kuat dan konsisten di kampung-kampung perbatasan.

Program distribusi pakaian seperti ini direncanakan akan terus berlanjut ke kampung-kampung lain di sepanjang jalur operasi perbatasan RI–PNG, sebagai wujud nyata dari pendekatan teritorial yang humanis.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |