AS Sadar Tak Ada Solusi Militer untuk Hambat Nuklir Iran

12 hours ago 5

loading...

AS sadar tak ada solusi militer untuk hambat nuklir Iran. Foto/X

TEHERAN - Washington terpaksa mengakui bahwa tekanan dan ancaman militer tidak dapat menyelesaikan masalah nuklir dengan Iran, sehingga diplomasi — yang berfokus sepenuhnya pada masalah nuklir — menjadi satu-satunya jalan yang layak.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Ahmad Dastmalchian, mantan duta besar Iran untuk Yordania dan Lebanon, mengatakan program nuklir Iran "tidak memiliki solusi militer," dan telah "terbukti kepada Amerika."

Fase baru pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington dimulai Jumat lalu di Muscat, yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkannya sebagai "awal yang baik," menekankan bahwa pembicaraan tersebut hanya berfokus pada masalah nuklir dan harus berjalan "bebas dari ketegangan dan ancaman."

Bagi Teheran, kerangka kerjanya jelas. Kesepakatan dapat dicapai jika AS melepaskan tuntutan berlebihan dan berpegang pada isu-isu nuklir yang telah menjadi sumber perselisihan.

"Iran tidak memasukkan produksi senjata nuklir dalam doktrin pertahanannya," kata Dastmalchian. "Republik Islam siap memberikan jaminan yang diperlukan yang harus diberikan sesuai dengan itu."

Ia merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance, yang menekankan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir. "Mungkin ini adalah titik temu," katanya.

Namun, mantan diplomat dan analis urusan luar negeri itu menyatakan bahwa komplikasi muncul bukan dari masalah nuklir itu sendiri, tetapi dari "tuntutan yang tidak masuk akal" Washington.

"Pengayaan adalah hak yang tak terbantahkan yang telah dipertahankan oleh Republik Islam Iran sejak awal, karena itu adalah ilmu dan pengetahuan," kata Dastmalchian.

Keahlian nuklir, tambahnya, meluas melampaui energi ke berbagai sektor sipil. Dari perspektif Teheran, pengakuan hak tersebut merupakan prasyarat untuk setiap kesepakatan yang langgeng.

Tuntutan utama Iran di Muscat tetaplah pencabutan sanksi ekonomi yang efektif dan dapat diverifikasi. Para pejabat di Teheran telah berulang kali menyatakan bahwa setiap kesepakatan tanpa manfaat ekonomi yang nyata akan tidak berarti dalam praktiknya.

Mantan diplomat itu mengatakan bahwa Amerika, dalam putaran terbaru ini, telah menyesuaikan pendekatan mereka.

Baca Juga: 7 Negara yang Mengoperasikan Kapal Induk, Indonesia Segera Masuk Daftar

“Tampaknya Amerika dalam putaran baru ini, berdasarkan realitas yang ada, telah menerima bahwa negosiasi harus dilakukan dalam kerangka isu nuklir,” katanya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |