5 Alasan Iran Tuding AS dan Israel Jadi Dalang Kerusuhan

6 hours ago 2

loading...

Iran tuding AS dan Israel jadi dalang kerusuhan. Foto/X/@iroonhome

TEHERAN - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengatakan kerusuhan baru-baru ini direncanakan dan diarahkan oleh Israel dan Amerika Serikat sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan untuk mendorong negara itu ke dalam ketidakamanan.

5 Alasan Iran Tuding AS dan Israel Jadi Dalang Kerusuhan

1. Israel Melaksanakan Perang Hibrida

Dalam pernyataan Jumat, dewan tersebut mengatakan bahwa bahkan setelah perang 12 hari pada bulan Juni, Israel terus melakukan "penindasan terhadap warga Iran" melalui "perang hibrida," mengubah taktik tetapi tidak meninggalkan permusuhannya terhadap bangsa Iran yang teguh.

SNSC mengatakan insiden terbaru, meskipun awalnya dipicu oleh protes atas ketidakstabilan pasar, "ditarik ke dalam situasi ketidakamanan melalui arahan dan rancangan Israel."

Baca Juga: 10 Operasi CIA Penggulingan Pemerintahan di Amerika Latin, Ada Juga yang Gagal

2. Donald Trump Terus Memprovokasi

Ditambahkan pula bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menunjukkan adanya “rencana bersama antara kedua rezim ini untuk membuat kehidupan bangsa Iran tidak aman.”

Melansir Press TV, para pejabat Iran telah berulang kali menekankan perbedaan antara protes damai dan kekerasan. Dewan tersebut mengatakan bahwa “jelas” bahwa mereka yang benar-benar memprotes kondisi ekonomi tidak akan memperburuk situasi dengan menimbulkan kerusakan ekonomi lebih lanjut atau menambah ketidakamanan di samping kesulitan yang sudah ada.

Merujuk pada tindakan seperti pembakaran bendera Iran dan serangan terhadap patung Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds IRGC, pernyataan tersebut mengatakan, “Tidak ada orang terhormat yang membiarkan simbol nasional seperti bendera dihina, apalagi dibakar.” Ditambahkan pula bahwa “tidak ada warga Iran yang bermartabat yang akan membiarkan penghinaan terhadap patung simbol perlawanan nasional, Haj Qassem Soleimani, apalagi membakarnya.”

3. Zionis Melakukan Sabotase

Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC) mengatakan bahwa bangsa Iran telah menunjukkan kekuatannya selama perang 12 hari, ketika “solidaritas nasional memaksa musuh mengalami kekalahan strategis,” dan menambahkan bahwa persatuan yang sama sekarang akan “membuat taktik sabotase mereka tidak efektif.”

Dewan tersebut mengatakan bahwa kehadiran pasukan keamanan dan penegak hukum bertujuan untuk mencegah kekacauan dan memastikan keselamatan publik, menekankan bahwa pasukan ini berdiri “di samping bangsa yang bangga dan tangguh” untuk menetralisir rencana destabilisasi Israel dan “ayah baptisnya, Amerika Serikat.”

Dewan tersebut memperingatkan bahwa pasukan keamanan dan peradilan “tidak akan menunjukkan kelonggaran sama sekali terhadap para penyabot.”

4. Adanya Tentara Bayaran Beraksi di Balik Kerusuhan

Pernyataan tersebut menggemakan pernyataan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang mengatakan bahwa Republik Islam “tidak akan mundur melawan para perusak” dan tidak akan mentolerir mereka yang bertindak sebagai tentara bayaran asing.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |